Triyono Cemas Jadi Saksi Dipersidangan Kasus Korupsi Dana Penelitian

Penyidikan kasus korupsi penyalahgunaan dana penelitian yang bersumber dari bantuan pihak ketiga. Baca Selengkapnya..

Boaz dan Pahabol Hijrah ke Borneo Bergabung Dengan PBFC

Angin segar kini datang pada kubu Pusamania Borneo FC (PBFC), karna boaz akan bergabung dengan PBFC. Baca Selengkapnya..

Ramuan Rumahan Atasi Jerawat Bandel Sorot Perhatian

KeAdanya jerawat di wajah memang menjengkelkan, ingin tau tips apa saja. Baca Selengkapnya..

Si Jago Merah Mengamuk Melananda Abdul Muthalib

Kebakaran hebat kembali melanda Kota Tepian, tepatnya di kawasan Jalan Abdul Muthalib, Samarinda Ilir, Minggu (30/8) pukul 21.00 Wita. Baca Selengkapnya..

Senin, 31 Agustus 2015

Dana Perjalanan Anggota DPRD Samarinda Diusut Kajari Samarinda

Senin, 31 Agustus 2015

SOROT SAMARINDA, - Kejaksaan Negeri Samarinda mengusut dana perjalanan fiktif DPRD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2011.
Diduga anggota periode lalu melakukan perjalanan fiktif yang merugikan keuangan daerah sekitar Rp 280 juta. Pekan depan, Tim Pidsus Kejari Samarinda meminta keterangan seluruh anggota Dewan.
"Itu hasil audit LHP BPK. Dalam laporan itu disebut perjalanan dinas fiktif. Kejari sudah meminta keterangan awal terkait perjalanan itu," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda, Abdul Muis Ali, ditemui di ruang kerjanya di Jalan M Yamin, Samarinda, Senin (31/8/2015).
Muis mengatakan, pengusutan dana perjalanan fiktif itu sudah dua bulan lalu. Hanya saja, lanjut dia, saat tim Pidsus mulai mengusut, anggota Dewan (periode lalu) yang melakukan perjalanan fiktif bersedia mengembalikan dana tersebut.
"Sudah sebagian mengembalikan dana perjalanan itu. Mereka kembalikan mencicil. Masih tersisa Rp 50 juta. Kami sudah buat surat panggilan untuk meminta keterangan," ungkap Muis yang pernah bertugas di Kejari Paser tahun 2009 lalu.
Ia menjelaskan, pengusutan itu masih dalam proses penyelidikan tim Pidsus Kejari Samarinda. "Masih penyelidikan. Itu satu perkara yang masih diselidiki dari 13 perkara yang kita diselidiki juga," pungkasnya.

Si Jago Merah Mengamuk Melanda Abdul Muthalib

Minggu, 30 Agustus 2015

SOROT SAMARINDA, -Kebakaran hebat kembali melanda Kota Tepian, tepatnya dikawasan Jalan Abdul Muthalib, Samarinda Ilir, Minggu (30/8) pukul 21.00 Wita.

Api yang semula kecil tiba-tiba saja membesar dan mengamuk, membakar apa saja yang ada di sekitarnya. Teriakan kepanikan pun bersahutan. Puluhan warga berusaha memadamkan api dengan alat sekadarnya. Sementara yang lainnya sibuk menyelamatkan harta bendanya. Di tengah kepanikan, tangisan dari para ibu serta anak kecil yang ketakutan juga semakin banyak terdengar.

Kebakaran itu diduga bersumber dari Gang 82, RT 07, dari rumah keluarga Koyib (45) yang saat itu sedang dalam keadaan kosong.
Dikatakan salah satu warga yakni, Ambo Dalle (34) yang juga tetangga Koyib. Saat kejadian menurutnya Koyib sedang pergi ke masjid yang berada di seberang kediamannya.

"Dia (Koyib, Red) waktu itu lupa mematikan kompor terus pergi ke pengajian di seberang jalan," jelas Ambo.
Tepat pukul 21.00 Wita tiba-tiba saja api membesar dari kediaman Koyib.
"Kami sudah beramai-ramai hendak memadamkan namun karena api terlalu
besar kami memilih mengamankan barang," tutur Ambo.
Kediaman Koyib dikatakan Ambo hanya berselang dua rumah dari kediamanya.
Saat api sudah membesar, Ambo beserta tetangga yang lain langsung
melakukan evakuasi barang.
"Rumah saya cuma tersisa depannya saja, sekitar 80 persen rumah saya
habis," tambah Ambo.

Sadar bahwa api tak lagi bisa dikendalikan, beberapa warga lain berupaya menghubungi pemadam kebakaran. Saat api membesar dan melahap habis rumah Koyib pasukan pemadam datang.

Pukul 23.00 Wita atau sekitar dua jam berjuang, pasukan pemadam baru bisa menjinakkan api. Dari pantauan Sapos di lokasi kejadian, puluhan rumah atau hampir tiga RT dipastikan luluh lantak diamuk api. Sementara puluhan warga lainnya masih sibuk mengamankan barang-barangnya. 

Wajah-wajah sedih terlihat dari raut muka mereka. Sedangkan hingga berita ini dibuat belum diketahui pasti jumlah rumah yang terbakar serta berapa kepala keluarga yang menjadi korbannya.

30.000 Guru Terancam Parkir Lantaran Belum Disertifikasi

Senin, 31 Agustus 2015


SOROT SAMARINDA, - Sekitar 30.000 guru di Kalimantan Timur terancam diparkir dan tidak bisa berdiri di depan kelas, lantaran belum tersertifikasi.
Diketahui, UU 14 tahun 2005, mengatur paling lambat 2016 nanti seluruh guru yang bertugas mengajar di depan kelas harus telah tersertifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim mengatakan saat ini Kaltim memiliki sekitar 60.000 lebih, guru. Dari jumlah tersebut, tak kurang dari 40.000 guru telah layak untuk mengikuti program sertifikasi.
"Dari 40.000 itu, rasanya baru sekitar 27.000 yang disertifikasi," kata Musyahrim.
Musyahrim pun mengaku, pendidikan di Kaltim akan terganggu jika UU 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengatur tentang sertifikasi tersebut, diterapkan di Kaltim.
"Tentu akan jadi masalah jika guru yang biasa mengajar di depan kelas harus diparkir jadi tenaga perpustakaan atau tenaga lainnya di sekolah. Tapi, di sisi lain, mereka tidak bisa mengajar lantaran belum disertifikasi," papar Musyahrim.

Amir Beri Waktu 3 Hari Kosongkan Gedung Graha Pemuda

Minggu, 30 Agustus 2015


SOROT SAMARINDA, - Ketua Majelis Pemuda Indonesia Provinsi Kaltim, Amir P Ali, menginstruksikan kepada seluruh organisasi masyarakat (Ormas) bersatu untuk mengambilalih dan pengosongan Gedung Graha Pemuda Kaltim. Amir menegaskan, agar aparat keamanan dan pemerintah memberikan kemudahan untuk pengosongan gedung tersebut.
"Saya berikan waktu 3 X 24 jam untuk mengosongkan dan mengambilalih gedung Graha Pemuda Kaltim," tegas Amil P Ali, dalam pertemuan dengan pengurus KNPI Kaltim dan caretaker KNPI Samarinda, di Rumah Makan Pasundan, Jalan Wahab Sjahranie, Samarinda, Minggu (30/8/2015).
Proses itu, lanjut Amir, mengingatkan agar melakukan koordinasi dengan aparat kemanan dan pemerintah terkait.
"Ini supaya menghindari adanya hal-hal yang tidak kita inginkan. KNPI Kaltim dan ormas kepemudaan akan datang ke Polresta berkoordinasi besok," ujar Amir kepada wartawan.
Rencana ambil-alih Gedung Graha Pemuda Kaltim, buntut dari adanya dua dulisme kepengurusan KNPI Kaltim kubu Khoirudin dan Dayang Donna Walfiares Tania.
Sementara Andi Munsir Ketua Keamanan dan Pertahanan KNPI Kaltim mengatakan, ia akan mendatangi Polresta Samarinda dengan beberapa pengurus KNPI Kaltim dan Samarinda.
"Saya akan minta izin untuk mengambilalih gedung itu. Kami berharap, Polresta bisa membantu atau mengawasi proses pengosongan gedung Graha Pemuda Kaltim," tambah Andi Munsir."