Triyono Cemas Jadi Saksi Dipersidangan Kasus Korupsi Dana Penelitian

Penyidikan kasus korupsi penyalahgunaan dana penelitian yang bersumber dari bantuan pihak ketiga. Baca Selengkapnya..

Boaz dan Pahabol Hijrah ke Borneo Bergabung Dengan PBFC

Angin segar kini datang pada kubu Pusamania Borneo FC (PBFC), karna boaz akan bergabung dengan PBFC. Baca Selengkapnya..

Ramuan Rumahan Atasi Jerawat Bandel Sorot Perhatian

KeAdanya jerawat di wajah memang menjengkelkan, ingin tau tips apa saja. Baca Selengkapnya..

Si Jago Merah Mengamuk Melananda Abdul Muthalib

Kebakaran hebat kembali melanda Kota Tepian, tepatnya di kawasan Jalan Abdul Muthalib, Samarinda Ilir, Minggu (30/8) pukul 21.00 Wita. Baca Selengkapnya..

Selasa, 08 September 2015

SUKRI LAUNDRY (iklan)


Triyono Cemas Jadi Saksi di Persidangan Kasus Korupsi Dana Penelitian

Selasa, 8 September 2015

SOROT SAMARINDA, - Penyidikan kasus korupsi penyalahgunaan dana penelitian yang bersumber dari bantuan pihak ketiga yakni PT Turbaindo dan PT Berau Coal pada tahun 2012 senilai Rp 2,7 miliar, berlanjut di Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, Jl M Yamin, Selasa (8/9/2015).
Kali ini, Kejari mengundang dosen Unmul Triyono Sudamaji sebagai saksi untuk mantan Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Unmul Chandra Dewana Boer, yang sudah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka.
Triyono bersama beberapa orang lainnya merupakan peneliti yang terlibat dalam penelitian yang kala itu diketuai Chandra tersebut.
Setelah sekitar setengah jam menjalani pemeriksaan di lantai 2 Kejari, Triyono akhirnya keluar dari ruangan.
Ditemani Kasi Pidsus Abdul Muis, ia sesekali melemparkan senyum kepada sejumlah wartawan yang sudah menunggunya.


"Lupa tadi ditanya berapa pertanyaan, ya seputar kegiatan penelitian itu," kata Triyono sembari tersenyum.
Karena namanya beberapa kali disebutkan dalam pemeriksaan kasus ini kata Triyono, maka ia pun mempunyai kewajiban untuk menjalani proses hukum yang ada.
Dia berharap, dengan selalu kooperatif maka kondusifitas Fahutan Unmul bisa tetap terjaga ke depannya.
"Kalau saya sih, memang harus diselidik seobjektif mungkin sesuai ketentuan hukum yang ada," katanya.
Walau kapasitas kehadirannya hanya sebagai saksi, ia mengaku tetap ada rasa khawatir.
"Sebagai manusia ya kadang-kadang takut, nervous," katanya.


Menurutnya, apa yang terjadi masih sesuai ketentuan yang berlaku. Dan hingga kini kata dia, tidak ada komplain dari perusahaan pemberi bantuan terhadap penelitian yang sudah dilakukan.
Salah satunya terkait bagaimana rehabilitas lahan paska tambang yang efisien, mungkin dilakukan, waktu relatif cepat, dan tentunya biaya (cost) tidak besar.
"Tidak ada satu pun komplain dari pihak perusahaan. Kalau PT TCM, Berau Coal tidak ada masalah menurut kami," katanya.
Untuk perkembangan kasus yang sudah menetapkan Chandra sebagai tersangka, walau mengaku terus mengikuti tapi ia tak mau berkomentar jauh.
"Kalau dalam perjalanannya ada yang menyimpang, kita serahkan kepada penegak hukum," katanya.
Kasi Pidsus Abdul Muis mengatakan, Triyono dihadirkan sebagai saksi dalam kasus penyimpangan PNBP Fakultas Kehutanan Unmul.

Triyono kata Muis, diberikan kesempatan untuk menunjukkan dokumen atau bukti-bukti mengenai kegiatan yang telah dilaksanakan.
"Dengan adanya dokumen yang lengkap dari beliau ini, kita bisa menilai seperti apa sebenarnya. Supaya kita dalam bertindak bisa sebaik-baiknya, seadil-adilnya. Jangan sampai ada orang yang teraniaya," katanya

Sumber : kaltim.tribunnews.com

Kamis, 03 September 2015

LES PRIVAT ANUGERAH (iklan)


Mabes Polri tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi PT Pelindo II

Kamis, 3 September 2015

SOROT SAMARINDA, -Komjen Budi Waseso mengungkapkan pihaknya sudah menetapkan tersangka terkait kasus dugaan korupsi yang terjadi di PT Pelindo II. Namun, Jenderal Bintang Tiga ini masih enggan menyebutkan siapa dan apa jabatannya tersangka tersebut.

"Sudah ada (penetapan tersangka) tapi belum bisa saya jelaskan," ujar Budi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).

Mantan Kapolda Gorontalo itu menjelaskan, saat ini Bareskrim sudah memeriksa beberapa saksi. Bareskrim juga telah memberangkatkan dua tim ke wilayah untuk melakukan pengembangan kasus dugaankorupsi di PT Pelindo II.

Polisi mensinyalir telah terjadi praktik pencucian uang miliaran rupiah dalam kasus dugaan korupsi yang terjadi di perusahaan pelat merah tersebut. Praktik money laundry terkait pengadaan 10 unit mobil crane.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Victor Edison Simanjuntak menambahkan, penyangkaan pengadaan tersebut karena adanya ketidaksesuaian seperti misalnya 10 mobil crane yang ada sejak tahun 2013 setelah pengadaan sampai sekarang tidak digunakan.

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggeledah ruang Direktur Utama Pelindo II Richard Jost Lino atau RJ Lino, kantor pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan beberapa ruangan yang ada di tiga lantai sekaligus, pada Jumat (28/8) lalu. Penggeledahan terkait dugaan korupsi dalam pengadaan 10 mobil Crane yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut.

Aksi tersebut sempat membuat RJ Lino meradang. Saking emosinya, Lino memarahi Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan mengancam akan mundur dari jabatannya.

Sumber : merdeka.com

Hindari Kegaduhan, PAN Ogah Bantu KIH Rebut Kursi Pimpinan DPR

Jum'at, 4 September 2015

SOROT SAMARINDA, - Jakarta, Fraksi Partai Amanat Nasional menegaskan tidak akan membantu Koalisi Indonesia Hebat untuk merebut kursi pimpinan DPR, MPR dan alat kelengkapan dewan. Pasca menyatakan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, PAN lebih memilih untuk menyelesaikan hal-hal lainnya yang lebih substansial dan menyangkut kehidupan rakyat banyak. 

"Belum ada rencana PAN untuk merevisi karena bisa menimbulkan kegaduhan baru," kata Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2015). 

Apalagi, di tengah kondisi pelemahan ekonomi yang terjadi saat ini, PAN lebih memilih untuk fokus membantu pemerintah. Daripada berebut kekuasaan di legislatif, PAN menganggap masih banyak permasalahan lain yang harus diselesaikan. 

"Ekonomi lagi sulit. Banyak PHK dan lain-lain," kata Yandri.

Ketua DPP PAN ini pun mengaku akan menjelaskan sikap ini kepada parpol KIH lainnya, yakni PDI-P, Nasdem, PKB, Hanura, PPP (kubu Romahurmuziy), dan Golkar (kubu Agung Laksono). Dia yakin, dengan penjelasan yang baik, seluruh parpol KIH akan mengerti. 

"Kita jelaskan argumentasinya. Masih ada PR bangsa ini yang lebih besar yang harus kita urus," katanya. 

Yandri pun mengaku tidak khawatir jika sikap enggan diajak bekerja sama di parlemen ini akan mempersulit PAN untuk mendapatkan jatah menteri. Menurut Yandri, sejak awal niat PAN bergabung ke pemerintah bukan untuk mencari jabatan. 

"Menteri hak prerogatif presiden," ucapnya. 

KIH sebelumnya mulai mewacanakan untuk merebut kembali kursi pimpinan DPR, MPR dan alat kelengkapan dewan pasca bergabungnya PAN ke pemerintah. Cara ini bisa dilakukan dengan merevisi kembali UU MD3 yang mengatur mengenai tata tertib pemilihan pimpinan. 

"Kita syukuri PAN (bergabung). Terbuka kemungkinan terjadi revisi UU MD3 tapi harus lewati proses yang benar. PDI-P siap revisi UU MD3, nanti kita bicarakan," kata Sekretaris Fraksi PDI-P, di DPR Bambang Wuryanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2015). 

Hal serupa disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Nasdem di DPR, Syarif Abdullah Alkadrie. Dia mengaku mendukung keinginan PDI-P merevisi UU MD3 dan merebut kembali posisi Ketua DPR.

Sumber : KOMPAS.com

Gantikan Komjen Buwas Jadi Kabareskrim, Komjen Anang: ini Amanah

Jum'at, 4 September 2015

SOROT SAMARINDA, - Jakarta, Komjen Anang Iskandar akan meninggalkan jabatan Kepala BNN dan menempati pos baru. Dia menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas). Anang yang diserahi tugas mengaku siap menjalankan amanah.

"Yang jelas ini amanah, ditempatkan di mana saja ini amanah," terang Anang saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/9/2015).

"Amanah tidak mengenal di mana, apa, tapi menjalani. Jadi amanah itu adalah menjalani dengan baik dan bertanggungjawab," urai dia.

Anang mengaku baru sampai di Jakarta dari dinas ke Fiji tadi malam, Kamis (3/9) pukul 23.00 WIB dan baru dikabari.

"Baru tadi malam pulang jam 11 lebih, tapi belum jelas. Baru jelasnya tadi pagi," tutup dia. 
(gat/dra)

Sumber : detik.com

Minum Air Berlebihan Tidak Baik Bagi Kesehatan

Jum'at, 4 September 2015

SOROT SAMARINDA, -Minum 8 gelas air putih atau sekitar 1 liter per hari sangat dianjurkan. Untuk mencegah dehidrasi dan menjaga tubuh tetap sehat. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa terlalu banyak minum air juga tidak baik untuk kesehatan.

Air adalah obat alami untuk kesehatan. Selain dapat diminum langsung, air sering dijadikan campuran untuk membuat jus. Air banyak dijual dalam kemasan galon ataupun botol. Jika dikonsumsi sesuai anjuran tidak berbahaya. Namun sebaliknya jika terlalu banyak minum air bisa berakibat buruk untuk tubuh.

Saat haus tidak dianjurkan untuk minum berlebihan. Banyak minum air juga akan meningkatkan tekanan darah yang mengalir ke ginjal. Sistem peredaran darah juga akan rusak karena terlalu banyak menyaring air yang keluar.

Kelebihan konsumsi air atau overhydration bisa menimbulkan kematian. Cairan tubuh akan mengencer dan mengakibatkan jumlah natrium dalam tubuh menjadi berkurang, dan sel-sel dalam tubuh akan membengkak. Termasuk sel-sel otak yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang bahkan dapat menjadi koma dan meninggal.

Meskipun demikian, dehidrasi juga harus dicegah. Berkeringat akan mengeluarkan banyak cairan tubuh. Untuk membantu agar cairan tubuh tidak berkurang bisa minum air mineral sesuai dari yang dianjurkan.

Seperti atlet pelari maraton yang banyak mengeluarkan keringat dianjurkan untuk tidak berlebihan minum air. Sebanyak 1600 kasus yang tercatat di seluruh dunia, saat merasa dehidrasi, bisa saja mereka akan minum air secara berlebihan yang berakibat buruk untuk tubuh mereka.

The International Marathon Medical Directors Association, mendukung aksi ini, saat haus jangan minum berlebihan. Konsumsi air yang dianjurkan sekitar 0,03 liter per kg berat badan, jadi untuk orang yang bobot tubuhnya sekitar 100 kg maksimal minum air sekitar 3 liter perhari.

Meskipun demikian anjuran minum air putih sebanyak satu liter perhari atau sekitar 8 gelas harus dilakukan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang berlebihan.

Rabu, 02 September 2015

Boaz dan Pahabol Hijrah ke Borneo Bergabung Dengan PBFC

Kamis, 3 September 2015

SOROT SAMARINDA, -Angin segar kini datang pada kubu Pusamania Borneo FC (PBFC). Setelah berhasil memetik kemenangan 2 gol atas Persipasi Bandung Raya (PBR), manajemen klub mendapat kabar menyenangkan. Ya, klub berjuluk Pesut Etam itu kemungkinan besar bakal diperkuat Boaz Salossa pada pertandingan selanjutnya di Grup D. Hal itu diungkapkan Presiden PBFC, Nabil Husein Said Amin.
"Peluang kita pakai Boaz Salossa belum tertutup. Release letter dari Persipura sudah keluar dan saya sudah berkomunikasi dengan rekan-rekan di Jayapura sana. Mereka tidak permasalahkan Boaz ke Borneo," kata Nabil bersemangat.
Sebelumnya, Boaz Salossa dikabarkan batal memperkuat PBFC akibat persoalan administrasi. Namun, dengan keluarnya surat dari Persipura Jayapura yang memperbolehkan pemainnya bermain di klub peserta Piala Presiden, secara otomatis peluang Boas berseragam Pesut Etam kembali terbuka lebar.
"Terimakasih untuk Persipura dan Wali Kota Jayapura. Semoga dengan adanya kepastian resmi ini, Boaz Salossa bisa tampil bersama Borneo FC di Piala Presiden," tambah Nabil.
Boaz sendiri dijadwalkan tetap berangkat ke Makassar menyusul skuad Pesut Etam jelang laga kedua melawan Gresik United, 4 September mendatang. Tak hanya Boaz, Feri Pahabol juga dikabarkan bakal ikut bergabung. "Insya Allah besok (hari ini, Red) dia (Boaz Salossa) datang di Makassar, dan langsung bergabung dengan tim. Jujur saja, saya sangat senang sekali dengan kabar ini," pungkas Nabil.

Ramuan Rumahan Atasi Jerawat Bandel Sorot Perhatian

Kamis, 3 September 2015

SOROT SAMARINDA, -Adanya jerawat di wajah memang menjengkelkan. Namun, sebelum mencoba obat-obatan yang dijual di toko sebenarnya ada beberapa ramuan alami yang mudah didapatkan di rumah. Mulai dari pepaya mentah sampai putih telur.
Pepaya mentah mengandung papain yang bisa mengurangi peradangan. Anda dapat menggunakan pengobatan alami ini untuk jerawat hanya dengan menumbuk pepaya dan menerapkan di wajah Anda.
Terbukti dari setiap orang yang mengalami masalah dengan jerawat, dengan menggunakan tips ramuan diatas hasilnya mujarab. 

2 Bandar Sabu Di Bekuk di Parkiran BANK

Rabu, 2 September 2015


SOROT SAMARINDA, -Jajaran kepolisian reskoba polresta Samarinda telah berhasil mengamankan 23 orang pemuda yang tertangkap tangan melakukan aksi penjualan narkoba, peristiwa terjadi pada hari senin (01/9/2015) lalu sekitar pukul 02.00 wita tepatnya di parkiran BANK BCA di jalan slamet Riyadi karang asam.

Berawal dari informasi masyarakat yang masuk bahwa tempat parkiran tersebut sering dijadikan transaksi narkoba, dari peristiwa tersebut polisi mengamankan 2 tersangka yaitu BH (36) warga jalan samarinda sebrang dan AS (37) warga jalan samarinda sebrang dari tangan tersangka polisi menyita barang bukti 1 poket sabu seberat 9,96 gram .

Adapun modus kedua tersangka yaitu dengan cara bertemu di parkiran BANK lalu salah seorang menyerahkan barang tersebut di dalam kotak rokok yang berisikan sabu. Dari informasi yang diperoleh kedua tersangka saat itu tertangkap tangan sedang melakukan aksi transaksi jual beli di parkiran tersebut ternyata tidak hanya kali ini tempat tersebut sering dijadikan pertemuan keduanya untuk melakukan transaksi jual beli narkoba.

Kepada polisi Bahri mengaku bahwa dirinya menjual barang tersebut demi keperluan sehari-hari lantaran tidak ada pekerjaan tetap.
saat dikonfirmasi kasat reskoba kompol Berlin mengatakan "pihaknya telah mengamankan tersangka beserta barang bukti adapun saat ini keduannya masih dalam proses pemeriksaan.(opi)


Selasa, 01 September 2015

REDAKSI

Pelindung : DPP Lembaga Penyelidikan Pengawasan Pemberantasan Korupsi RI-Kaltim Corruption Watch

Penanggung Jawab / Pimpinan Redaksi : M. Sukri Ummi

Pimpinan Perusahaan : Hidayah, S.Pd

Bidang Hukum : Jeffry V.W. Umboh, S.H

STAF REDAKSI: Asriadi, Yofita Febrianti

PENERBIT :
CV. SUKRI ANUGERAH 
Kantor: Jl. Banggeris No. 7 RT. 3 Telp. (0541) 7779732-Samarinda
Email: sorotsamarinda@gmail.com

Senin, 31 Agustus 2015

Dana Perjalanan Anggota DPRD Samarinda Diusut Kajari Samarinda

Senin, 31 Agustus 2015

SOROT SAMARINDA, - Kejaksaan Negeri Samarinda mengusut dana perjalanan fiktif DPRD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2011.
Diduga anggota periode lalu melakukan perjalanan fiktif yang merugikan keuangan daerah sekitar Rp 280 juta. Pekan depan, Tim Pidsus Kejari Samarinda meminta keterangan seluruh anggota Dewan.
"Itu hasil audit LHP BPK. Dalam laporan itu disebut perjalanan dinas fiktif. Kejari sudah meminta keterangan awal terkait perjalanan itu," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Samarinda, Abdul Muis Ali, ditemui di ruang kerjanya di Jalan M Yamin, Samarinda, Senin (31/8/2015).
Muis mengatakan, pengusutan dana perjalanan fiktif itu sudah dua bulan lalu. Hanya saja, lanjut dia, saat tim Pidsus mulai mengusut, anggota Dewan (periode lalu) yang melakukan perjalanan fiktif bersedia mengembalikan dana tersebut.
"Sudah sebagian mengembalikan dana perjalanan itu. Mereka kembalikan mencicil. Masih tersisa Rp 50 juta. Kami sudah buat surat panggilan untuk meminta keterangan," ungkap Muis yang pernah bertugas di Kejari Paser tahun 2009 lalu.
Ia menjelaskan, pengusutan itu masih dalam proses penyelidikan tim Pidsus Kejari Samarinda. "Masih penyelidikan. Itu satu perkara yang masih diselidiki dari 13 perkara yang kita diselidiki juga," pungkasnya.

Si Jago Merah Mengamuk Melanda Abdul Muthalib

Minggu, 30 Agustus 2015

SOROT SAMARINDA, -Kebakaran hebat kembali melanda Kota Tepian, tepatnya dikawasan Jalan Abdul Muthalib, Samarinda Ilir, Minggu (30/8) pukul 21.00 Wita.

Api yang semula kecil tiba-tiba saja membesar dan mengamuk, membakar apa saja yang ada di sekitarnya. Teriakan kepanikan pun bersahutan. Puluhan warga berusaha memadamkan api dengan alat sekadarnya. Sementara yang lainnya sibuk menyelamatkan harta bendanya. Di tengah kepanikan, tangisan dari para ibu serta anak kecil yang ketakutan juga semakin banyak terdengar.

Kebakaran itu diduga bersumber dari Gang 82, RT 07, dari rumah keluarga Koyib (45) yang saat itu sedang dalam keadaan kosong.
Dikatakan salah satu warga yakni, Ambo Dalle (34) yang juga tetangga Koyib. Saat kejadian menurutnya Koyib sedang pergi ke masjid yang berada di seberang kediamannya.

"Dia (Koyib, Red) waktu itu lupa mematikan kompor terus pergi ke pengajian di seberang jalan," jelas Ambo.
Tepat pukul 21.00 Wita tiba-tiba saja api membesar dari kediaman Koyib.
"Kami sudah beramai-ramai hendak memadamkan namun karena api terlalu
besar kami memilih mengamankan barang," tutur Ambo.
Kediaman Koyib dikatakan Ambo hanya berselang dua rumah dari kediamanya.
Saat api sudah membesar, Ambo beserta tetangga yang lain langsung
melakukan evakuasi barang.
"Rumah saya cuma tersisa depannya saja, sekitar 80 persen rumah saya
habis," tambah Ambo.

Sadar bahwa api tak lagi bisa dikendalikan, beberapa warga lain berupaya menghubungi pemadam kebakaran. Saat api membesar dan melahap habis rumah Koyib pasukan pemadam datang.

Pukul 23.00 Wita atau sekitar dua jam berjuang, pasukan pemadam baru bisa menjinakkan api. Dari pantauan Sapos di lokasi kejadian, puluhan rumah atau hampir tiga RT dipastikan luluh lantak diamuk api. Sementara puluhan warga lainnya masih sibuk mengamankan barang-barangnya. 

Wajah-wajah sedih terlihat dari raut muka mereka. Sedangkan hingga berita ini dibuat belum diketahui pasti jumlah rumah yang terbakar serta berapa kepala keluarga yang menjadi korbannya.

30.000 Guru Terancam Parkir Lantaran Belum Disertifikasi

Senin, 31 Agustus 2015


SOROT SAMARINDA, - Sekitar 30.000 guru di Kalimantan Timur terancam diparkir dan tidak bisa berdiri di depan kelas, lantaran belum tersertifikasi.
Diketahui, UU 14 tahun 2005, mengatur paling lambat 2016 nanti seluruh guru yang bertugas mengajar di depan kelas harus telah tersertifikasi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim Musyahrim mengatakan saat ini Kaltim memiliki sekitar 60.000 lebih, guru. Dari jumlah tersebut, tak kurang dari 40.000 guru telah layak untuk mengikuti program sertifikasi.
"Dari 40.000 itu, rasanya baru sekitar 27.000 yang disertifikasi," kata Musyahrim.
Musyahrim pun mengaku, pendidikan di Kaltim akan terganggu jika UU 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang mengatur tentang sertifikasi tersebut, diterapkan di Kaltim.
"Tentu akan jadi masalah jika guru yang biasa mengajar di depan kelas harus diparkir jadi tenaga perpustakaan atau tenaga lainnya di sekolah. Tapi, di sisi lain, mereka tidak bisa mengajar lantaran belum disertifikasi," papar Musyahrim.

Amir Beri Waktu 3 Hari Kosongkan Gedung Graha Pemuda

Minggu, 30 Agustus 2015


SOROT SAMARINDA, - Ketua Majelis Pemuda Indonesia Provinsi Kaltim, Amir P Ali, menginstruksikan kepada seluruh organisasi masyarakat (Ormas) bersatu untuk mengambilalih dan pengosongan Gedung Graha Pemuda Kaltim. Amir menegaskan, agar aparat keamanan dan pemerintah memberikan kemudahan untuk pengosongan gedung tersebut.
"Saya berikan waktu 3 X 24 jam untuk mengosongkan dan mengambilalih gedung Graha Pemuda Kaltim," tegas Amil P Ali, dalam pertemuan dengan pengurus KNPI Kaltim dan caretaker KNPI Samarinda, di Rumah Makan Pasundan, Jalan Wahab Sjahranie, Samarinda, Minggu (30/8/2015).
Proses itu, lanjut Amir, mengingatkan agar melakukan koordinasi dengan aparat kemanan dan pemerintah terkait.
"Ini supaya menghindari adanya hal-hal yang tidak kita inginkan. KNPI Kaltim dan ormas kepemudaan akan datang ke Polresta berkoordinasi besok," ujar Amir kepada wartawan.
Rencana ambil-alih Gedung Graha Pemuda Kaltim, buntut dari adanya dua dulisme kepengurusan KNPI Kaltim kubu Khoirudin dan Dayang Donna Walfiares Tania.
Sementara Andi Munsir Ketua Keamanan dan Pertahanan KNPI Kaltim mengatakan, ia akan mendatangi Polresta Samarinda dengan beberapa pengurus KNPI Kaltim dan Samarinda.
"Saya akan minta izin untuk mengambilalih gedung itu. Kami berharap, Polresta bisa membantu atau mengawasi proses pengosongan gedung Graha Pemuda Kaltim," tambah Andi Munsir."